Rabu, 24 Oktober 2012

TUGAS NO 1


     NAMA     : AJI TRI SAMBODO
     KELAS     : 3EA18
     NPM        : 10210466



1.  APA YANG DI MAKSUD DENGAN PERILAKU KONSUMEN ?

Pengertian Perilaku Konsumen.

Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.

Selain itu perilku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: “Consumer behavior may be defined as the decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”. Dapat dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.
Menurut Ebert dan 
Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.

jadi, Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Bagaimana konsumen mendapatkan kepuasan maksimal? Bagaimana mengetahui perilaku konsumen secara keseluruhan? Berikut akan diberikan sedikit teori menurut ilmu ekonomi tentang pertanyaan-pertanyaan di atas.

Pendekatan Perilaku Konsumen.

Pendekatan untuk mempelajari tingkah laku konsumen ada 2, yaitu pendekatan marginal utility (cardinal) dan pendekatan indifference curve (ordinal). Berikut sedikit penjelasan tentang pendekan-pendekatan tersebut.


a)      Pendekatan Marginal Utiliti.
Pendekatan Marginal Utility atau pendekatan kardinal adalah pendekatan yang beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satu satuan, misalnya uang. Marginal utility adalah tambahan atau pengurangan kepuasan sebagai akibat dari pertambahan atau pengurangan satu unit barang tertntu. Dalam pendekatan ini digunakan anggapan sebagai berikut:
·         Utility bisa diukur dengan uang.
Hukum Gossen (The Law of Diminishing Returns) berlaku yang menyatakan bahwa "Semakin banyak sesuatu barang dikonsumsi, maka tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap satuan tambahan yang dikonsumsi akan menurun". Konsumen berusaha memaksimumkan kepuasan.

b)      Pendekatan Indifference Curve (Ordinal).
Pendekatan Indifference Curve atau pendekatan ordinal adalah pendekatan yang beranggapan bahwa kepuasan konsumen hanya dapat dinyatakan lebih tinggi atau lebih rendah. Anggapan dalam pendekatan ordinal sebagai berikut:
·         Konsumen mempunyai pola preferensi akan barang-barang tertentu.
·         Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu.
·         Konsumen berusaha memaksimumkan kepuasan.

Ø  Ciri-ciri Indifference Curve sebagai berikut:
·         Turun dari kiri atas ke kanan bawah.
·         Cembung ke arah origin.
·         Indifference Curve yang satu dengan lainnya tidak pernah saling memotong.
·         Indifference Curve yang terletak di sebelah kanan atas menunjukan tingkat keupasan yang lebih tinggi dan sebaliknya.

Ø  Konsep Elastisitas.
Elastisitas adalah ukuran derajad kepekaan jumlah permintaan terhadap peubahan salah satu faktor yang mempengaruhi. Jika elastisitas lebih besar dari satu maka disebut elastis, sedangkan elastisitas kurang dari satu maka disebut inelastis, dan jika elastisitas lebih sama dengan satu maka disebut elastisitas tunggal.

A. Harga.
Atau bisa disebut juga dengan price elasricity (elastisitas harga) adalah persentase (%) perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan harga barang tersebut. Elastisitas harga ini penting bagi penjual, sebab ada hubungan antar perubahan harga dengan tingkat penjualan. Dalam menghitung koefisien elastisitas harga ada dua cara, yaitu: arc elasticity (elastisitas busur) dan point elasticity (elastisitas titik).

B. Silang.
Atau bisa disebut sebagai cross elasticity (elastsitas silang) adalah persentase (%) perubahan jumlah yang diminta terhadap sesuatau barang sebagai akibat dari perubahan harga barang lain.

C. Pendapatan.
Atau bisa disebut juga dengan income elasricity (elastisitas pendapatan) adalah persentase (%) perubahan kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan pendapatan riil.

Sumber :




TUGAS NO 2

NAMA      : AJI TRI SAMBODO
      KELAS      : 3EA18
NPM         : 10210466


2.  BAGAIMANA PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PERKEMBANGAN TEKNOLOGI ?

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hal global yang mempengaruhi hampir seluruh bidang kehidupan masyarakat global. Pengaruh perkembangan tersebut cukup berperan dalam merubah pola hidup masyarakat dunia, yang semula tradisional, berkembang menjadi semitradisional, lalu melesat menuju pola hidup modern. Kita mengidentikkan pola hidup modern dengan pola hidup yang praktis dan serba efisien. Statemen tersebut mungkin cukup tepat untuk mendeskripsikan fenomena tersebut.

Secara khusus perkembangan Teknologi Informasi juga mempengaruhi perkembangan di bidang ekonomi masyarakat. Terdapat 3 kelompok dalam kegiatan ekonomi, yaitu ; produsen, konsumen, dan pemerintah. Masing-masing kelompok mempergunakan kesempatan ini untuk memajukan dan memudahkan kegiatan ekonomi mereka.Produsen mempergunakan kemajuan teknologi sebagai alat efisiensi produksi untuk menghasilkan barang dengan biaya murah. Di samping itu, produsen turut serta dalam mengembangkan teknologi di bidang ekonomi untuk mensosialisasikan produknya pada konsumen.

Kita sebagai konsumen cukup dimanjakan dengan kehadiran fasilitas tersebut. Tentunya, secara tidak langsung hal tersebut mempengaruhi pola perilaku sebagai seorang konsumen. Di antara pola perilaku yang mengalami perubahan tersebut yakni sikap kritis kita. Kita-sebagai konsumen-menjadi lebih kritis dan selektif dalam membeli barang melalui berbagai informasi yang kita dapatkan dari berbagai media.
Salah satu contoh kemajuan IT yang cukup populer dan berkesan adalah iklan elektronik yang sering kita lihat di beberapa situs. Melalui promosi produk tersebut, kita tidak hanya bisa mengetahui informasinya secara detail tetapi juga bisa memesan produk tersebut melalui via email.

TUGAS NO 3.

        NAMA   : AJI TRI SAMBODO
  KELAS   : 3EA18
  NPM      : 10210466


3.   BAGAIMANA MENGUNAKAN SEGMENTASI DALAM STRATEGI PEMASARAN ?

Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha “Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya.”Sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya. Karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat.

Pemasaran menurut W. Y. Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.[3] Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :
a.      Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
b.      Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
c.       Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
Ø  Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
a.      Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
b.      Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.

Ø  Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran : Dari sudut pandang penjual :
·         Tempat yang strategis (place),
·         Produk yang bermutu (product),
·         Harga yang kompetitif (price), dan
·         Promosi yang gencar (promotion).

Ø  Dari sudut pandang konsumen :
·         Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
·         Biaya konsumen (cost to the customer),
·         Kenyamanan (convenience), dan
·         Komunikasi (comunication).

Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.

referensi :wikipedia