NAMA : AJI TRI SAMBODO
KELAS : 3EA18
NPM : 10210466
1. APA YANG DI MAKSUD DENGAN PERILAKU KONSUMEN ?
KELAS : 3EA18
NPM : 10210466
1. APA YANG DI MAKSUD DENGAN PERILAKU KONSUMEN ?
Pengertian
Perilaku Konsumen.
Pengertian
perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “Consumer behavior
can be defined as the behavior that customer display in searching for,
purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas
they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang
diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan
mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen
untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau
jasa yang ditawarkan.
Selain itu perilku konsumen
menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah: “Consumer behavior may be defined
as the decision process and physical activity individuals engage in when
evaluating, acquiring, using, or disposing of goods and services”. Dapat
dijelaskan perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan
fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai,
mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.
Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.
Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai: “the various facets of the decision of the decision process by which customers come to purchase and consume a product”. Dapat dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.
jadi,
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam
masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun
makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Bagaimana konsumen
mendapatkan kepuasan maksimal? Bagaimana mengetahui perilaku konsumen secara
keseluruhan? Berikut akan diberikan sedikit teori menurut ilmu ekonomi tentang
pertanyaan-pertanyaan di atas.
Pendekatan Perilaku Konsumen.
Pendekatan
untuk mempelajari tingkah laku konsumen ada 2, yaitu pendekatan marginal
utility (cardinal) dan pendekatan indifference curve (ordinal). Berikut sedikit
penjelasan tentang pendekan-pendekatan tersebut.
a) Pendekatan
Marginal Utiliti.
Pendekatan Marginal
Utility atau pendekatan kardinal adalah pendekatan yang beranggapan bahwa
kepuasan konsumen dapat diukur dengan satu satuan, misalnya uang. Marginal
utility adalah tambahan atau pengurangan kepuasan sebagai akibat dari
pertambahan atau pengurangan satu unit barang tertntu. Dalam pendekatan ini
digunakan anggapan sebagai berikut:
·
Utility bisa diukur dengan uang.
Hukum Gossen (The Law of
Diminishing Returns) berlaku yang menyatakan bahwa "Semakin banyak sesuatu
barang dikonsumsi, maka tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap satuan
tambahan yang dikonsumsi akan menurun". Konsumen berusaha memaksimumkan
kepuasan.
b) Pendekatan
Indifference Curve (Ordinal).
Pendekatan Indifference Curve atau
pendekatan ordinal adalah pendekatan yang beranggapan bahwa kepuasan konsumen
hanya dapat dinyatakan lebih tinggi atau lebih rendah. Anggapan dalam
pendekatan ordinal sebagai berikut:
·
Konsumen mempunyai pola preferensi
akan barang-barang tertentu.
·
Konsumen mempunyai sejumlah uang
tertentu.
·
Konsumen berusaha memaksimumkan
kepuasan.
Ø
Ciri-ciri Indifference Curve sebagai berikut:
·
Turun dari kiri atas ke kanan bawah.
·
Cembung ke arah origin.
·
Indifference Curve yang satu dengan lainnya tidak pernah saling
memotong.
·
Indifference Curve yang terletak di sebelah kanan atas menunjukan
tingkat keupasan yang lebih tinggi dan sebaliknya.
Ø
Konsep Elastisitas.
Elastisitas adalah ukuran
derajad kepekaan jumlah permintaan terhadap peubahan salah satu faktor yang
mempengaruhi. Jika elastisitas lebih besar dari satu maka disebut elastis,
sedangkan elastisitas kurang dari satu maka disebut inelastis, dan jika
elastisitas lebih sama dengan satu maka disebut elastisitas tunggal.
A. Harga.
Atau bisa disebut juga dengan
price elasricity (elastisitas harga) adalah persentase (%) perubahan kuantitas
barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan harga barang tersebut.
Elastisitas harga ini penting bagi penjual, sebab ada hubungan antar perubahan
harga dengan tingkat penjualan. Dalam menghitung koefisien elastisitas harga
ada dua cara, yaitu: arc elasticity (elastisitas busur) dan point elasticity
(elastisitas titik).
B. Silang.
Atau bisa disebut sebagai cross
elasticity (elastsitas silang) adalah persentase (%) perubahan jumlah yang
diminta terhadap sesuatau barang sebagai akibat dari perubahan harga barang
lain.
C. Pendapatan.
Atau bisa disebut juga dengan
income elasricity (elastisitas pendapatan) adalah persentase (%) perubahan
kuantitas barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan pendapatan riil.
Sumber :